Berita Pengadilan Negeri Bengkulu |

- KEBERHASILAN DIVERSI DI PENGADILAN NEGERI BENGKULU

fandy 30-07-2022


 

Anak adalah bagian warga Negara yang harus dilindungi karena mereka merupakan generasi bangsa yang dimasa yang akan datang akan melanjutkan kepemimpinan bangsa Indonesia. Setiap anak disamping wajib mendapatkan pendidikan formal seperti sekolah, juga wajib mendapatkan pendidikan moral sehingga mereka dapat tumbuh menjadi sosok yang berguna bagi bangsa dan negara. Maka dari itu, perlindungan terhadap hak anak harus dikedepankan. Di mata hukum positif di Indonesia (ius constitutum / ius operatum) lazim diartikan sebagai orang yang dibawah umur atau anak yang berada dibawah pengawasan wali.

Pada saat ini, hukum mengenai peradilan Anak diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Batasan umur Anak diatur dalam ketentuan pasal 1 ayat (3) UU SPPA yang menyebutkan bahwa Anak yang berkonflik dengan hukum adalah Anak yang telah berumur 12 tahun akan tetapi belum berumur 18 tahun yang diduga melakukan tindak pidana. Dalam hal Penyelesaian perkara pidana Anak, pengadilan Anak mengupayakan untuk kepentingan terbaik Anak, baik dari segi fisik maupun psikologis. Salah satu dari proses pengadilan Anak adalah adanya diversi. Diversi yakni pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses diluar peradilan pidana atau musyawarah dimana anak yang didakwa melakukan tindak pidana yang diancam pidana penjara dibawah 7 (tujuh) tahun. Proses diversi dilakukan melalui musyawarah dengan melibatkan anak dan orang tua/walinya, korban atau anak korban dan/atau orang tua/walinya, pembimbing kemasyarakatan, dan pekerja sosial profesional berdasarkan pendekatan keadilan restoratif.

Berdasarkan hal tersebut maka pada hari Jum'at, 29 Juli 2022 bertempat di Ruang Mediasi, Pengadilan Negeri Bengkulu melakukan diversi terhadap perkara pidana anak Nomor 33/Pid.Sus-Anak/2022/PN Bgl yang dihadiri oleh Bapak Riswan Supartawinata, S.H. selaku Fasilitator Diversi, Anak Korban, Anak, Orang tua/Wali Anak Korban, Orang tua/Wali Anak, Pembimbing Kemasyarakatan Anak, dan Penasihat Hukum. Dalam musyawarah yang tertutup untuk umum ini, Anak mengakui kesalahannya dan berjanji untuk tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Diversi mencapai kesepakatan dengan penyerahan ganti rugi dari pihak Orang tua/Wali Anak kepada Anak Korban. 

Keberhasilan Diversi dalam perkara pidana Anak Nomor 33/Pid.Sus-Anak/2022/PN Bgl ini merupakan wujud nyata bahwa Pengadilan Negeri Bengkulu terus berupaya untuk mewujudkan keadilan restoratif dan pemenuhan asas kepentingan terbaik bagi anak.